+86-575-83030220

Berita

Logam apa yang terbaik untuk membuat pegas?

Diposting oleh Admin

Mesin pegas


Memilih logam yang tepat untuk pegas bergantung pada persyaratan aplikasi – seberapa besar gaya yang dapat ditahannya? Apakah akan berkarat? Apakah lingkungan kerja akan panas? Apakah perlu menghantarkan listrik? Berikut ciri-ciri bahan yang biasa digunakan:


1. Juara: Baja Pegas – Kuat dan Terjangkau

Baja Karbon Tinggi:

Jenis kawat pegas yang paling umum. Kandungan karbon yang tinggi, seperti halnya otot seorang binaragawan yang kuat, menghasilkan kekuatan yang besar (elastisitas yang baik). Kerugiannya adalah mudah berkarat, umumnya memerlukan galvanisasi atau pelumasan untuk perlindungan. Biasa digunakan pada peredam kejut mobil dan pegas tebal pada kasur.

Kawat Musik/Kabel Piano:

"Pasukan khusus" dari baja pegas. Juga karbon tinggi, tetapi dengan lebih sedikit pengotor, tekstur lebih seragam, serta elastisitas dan ketahanan lelah terbaik. Digunakan untuk pegas kecil yang penting pada instrumen presisi dan peralatan kecil (seperti pegas sikat motor), dan juga pada senar gitar.

Krom Vanadium/Baja Silikon Krom:

Versi baja pegas yang ditingkatkan dengan tambahan kromium, vanadium, atau silikon. Kekuatannya sebanding dengan kawat piano, lebih tahan benturan, lebih tahan lelah, dan sedikit tahan panas. Biasa digunakan pada pegas katup mesin otomotif dan cincin penahan untuk perkakas penting (seperti kunci pas).


2. Ahli tahan karat: Baja tahan karat – tahan terhadap kelembapan dan mudah perawatannya.

Baja Tahan Karat 304:

Bahan pegas stainless steel yang paling umum. Ketahanan karat yang sangat baik (cocok untuk lingkungan dapur dan kamar mandi), tahan korosi, dan harga terjangkau. Digunakan untuk pegas pada barang sehari-hari (inti katup keran, klip perkakas dapur) dan pegas industri yang tidak memerlukan kekuatan berlebihan.

Baja Tahan Karat 316:

Bahan tahan karat "tingkat laut" dengan kualitas lebih tinggi dibandingkan 304. Sangat tahan terhadap air garam dan korosi kimia. Digunakan untuk pegas pada peralatan pantai, peralatan medis, dan peralatan kimia.

Baja Tahan Karat 17-7PH / 301:

Baja tahan karat jenis ini, melalui perlakuan khusus (penuaan larutan), dapat menjadi keras dan elastis, mendekati tingkat baja pegas, tanpa berkarat. Digunakan dalam aplikasi dengan kebutuhan tinggi dan sensitif terhadap karat (instrumen presisi, suku cadang pesawat terbang).

3. Ahli Konduktivitas: Paduan Tembaga - Harus konduktif, non-magnetik, dan non-percikan.

Perunggu Fosfor:

Fosfor Timah Tembaga. Konduktivitas yang baik, elastisitas tinggi, ketahanan lelah yang luar biasa, dan ketahanan terhadap korosi. Biasa digunakan pada pegas kontak saklar listrik, pin konektor, dan instrumen presisi.

Tembaga Berilium:

"Raja Mata Air" di antara paduan tembaga. Setelah perlakuan panas, ia memiliki batas elastis yang sangat tinggi (sangat kuat), konduktivitas listrik dan termal yang baik, benar-benar tidak menimbulkan percikan api, dan tahan korosi. Kelemahannya adalah harganya yang lebih tinggi. Digunakan di lingkungan di mana percikan api dan ledakan menjadi perhatian (minyak dan peralatan pertambangan), untuk kontak elektronik yang memerlukan keandalan sangat tinggi, dan untuk konektor kelas atas.

Kuningan: Tembaga Seng.

Konduktivitasnya baik, murah, dan mudah diproses, namun elastisitas dan ketahanan lelahnya tidak sebaik perunggu fosfor dan tembaga berilium. Cocok untuk pegas konduktif kecil atau pegas dekoratif dengan persyaratan lebih rendah (seperti pada pulpen).


4. Pahlawan Tahan Panas: Paduan Suhu Tinggi - Mampu menahan suhu ekstrem dan bahkan di dalam mesin.

Inconel/Hastelloy:

"Supermetal" berbahan dasar nikel. Sangat tahan terhadap suhu tinggi dan korosi, mempertahankan kekuatannya bahkan pada suhu tinggi. Digunakan dalam aplikasi bersuhu tinggi dan bertekanan tinggi seperti pegas bilah mesin jet, roket, dan pembangkit listrik tenaga nuklir, harganya sangat mahal.